Hari ke-16 : Model

Tiap kali Victoria membuka Rahasia pasti membuat pria-pria jelalatan dan perempuan belingsatan. Bukan dari produknya tapi dari anak-anak buahnya, para model yang lenggak-lenggok menggoda fantasi. Lantas bagaimana kalau tiba-tiba seorang dari model itu curhat suka duka menjadi model dengan jujur dan blak-blakan. Di sini saya membuat transkrip ceramahnya di panggung TEDxMidAtlantic, Washington Oktober 2012, sedangkan video aslinya bisa dilihat di sini.

“Perkenalkan nama saya Cameron Russell. Saya sudah beberapa lama menjadi model. Kurang lebih sepuluh tahun. Sebelumnya, maaf saya sedikit kurang nyaman dengan pakaian yang saya kenakan ini. Untungnya saya membawa pakaian ganti. Kalian akan menjadi saksi untuk pertama kalinya orang berganti pakaian di panggung TED. Cukup beruntung, saya rasa. Kalau kalian tidak suka melihat ini, kalian tidak usah memberitahunya sekarang. Nanti akan saya cari tahu sendiri lewat twitter. Saya juga punya keistimewaan mampu mengubah apa yang kalian pikirkan mengenai saya dalam waktu yang singkat, 10 detik. Tidak semua orang bisa seperti itu. Sepatu hak tinggi ini…tidak nyaman buat saya, jadi saya akan menggantinya.

Jadi kenapa saya melakukannya? Saya canggung, semoga tidak secanggung seperti yang ada di gambar.

Citra itu hebat, tapi citra juga dangkal. Barusan saya berubah menjadi apa yang kalian pikirkan tentang saya hanya dalam waktu 6 detik.

Gambar 1

Di gambar ini (Gambar 1) saya tidak pernah punya pacar di kehidupan nyata. Saya benar-benar merasa tidak nyaman ketika fotografer menyuruh saya melengkungkan punggung dan menyelusupkan tangan ke rambut pria itu. Dari hasil bekerja saya juga mendapatkan bekas-bekas bedah yang kelihatan dan warna kulit kecoklatan yang palsu. Sedikit yang bisa kita lakukan untuk mengubah bagaimana kita terlihat. Persoalan bagaimana kita terlihat, gambaran yang berubah-ubah dan dangkal ternyata memberi dampak besar dalam hidup kita.

Buat saya kini menjadi tangguh adalah dengan bersikap jujur. Saya ada di panggung ini karena saya model. Saya ada di panggung ini karena saya perempuan kulit putih yang cantik. Industri tempat saya bekerja menyebutnya perempuan seksi. Di sini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan kepada saya dengan jujur.

Pertanyaan pertama : Bagaimana awalnya Anda menjadi model?

Saya bisa saja bilang kalau saya dipantau pencari bakat, tapi itu omong kosong. Jalan utama menjadi model adalah saya memenangkan lotre genetika serta meneruskan warisan. Kalau Anda bertanya warisan macam apa? Selama dua abad ke belakang kita mendefinisikan cantik bukan cuma sekedar sehat, atau muda, dan simetris yang secara biologis terprogram untuk kita kagumi, tapi juga figur yang tinggi langsing dan feminin, dan kulit putih. Inilah warisan yang dibuat bagi saya dan warisan yang saya kerjakan. Pasti banyak orang di luar sana yang skeptis dengan pernyataan saya barusan atau orang fesyen yang bilang, tunggu dulu lalu bagaimana dengan Naomi, Tyra, Joan Small? Tapi saya harus menginformasikan kepada Anda, studi yang dilakukan Ph.D dari NYU (New York University) di tahun 2007 melaporkan dari semua semua model yang pernah dipekerjakan, ada 6077 model. Cuma 27 orang atau kurang dari 4 persen, model yang tidak berkulit putih.

Pertanyaan selanjutnya yang sering ditanyakan adalah: Bisakah saya jadi model ketika besar nanti?

Saya tidak tahu, saya tidak punya wewenang di situ. Tapi jawaban kedua yang ingin saya berikan kepada gadis kecil ini adalah kenapa? Kamu bisa jadi apa saja. Kamu bisa jadi presiden Amerika, penemu internet selanjutnya atau ninja penyair ahli bedah kardiotorasik yang tentu saja sangat keren karena belum pernah ada sebelumnya. Kalau setelah semua itu saya katakan dan mereka tetap tidak mau, “saya tetap mau menjadi model”, saya akan bilang jadilah bos saya, bos model. Karena saya tidak punya wewenang apapun. Kamu bisa jadi editor-in-chief majalah Vogue edisi Amerika atau CEO majalah fesyen lainnya. Bercita-cita menjadi model ketika besar sama saja seperti mengatakan bercita-cita menjadi pemenang lotre Powerball. Cita-cita yang berada di luar kendalimu, keren, tapi tidak memberikan jenjang karir.

Sekarang saya akan mendemonstrasikan pengetahuan selama 10 tahun menjadi model. Itu sama seperti ahli bedah kardiotorasik yang diringkas. Jadi kalau fotografernya di sini lalu cahaya menerpa dari sana dan lensa kamera sebagai area berjalan, lengan ini duluan, lengan ini di belakang, lengan ini maju, kepala dimiringkan tiga perempat dan kamu terus maju mundur. Terus-menerus seperti itu. Menoleh ke belakang seperti ke teman imajiner. 300, 400, 500 kali. Nanti jadi seperti ini (Gambar 2). Semoga tidak secanggung seperti yang saya lakukan tadi.

Gambar 2

Malangnya setelah Anda menyelesaikan sekolah, punya CV dan menyelesaikan pekerjaanmu, kamu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jadi jika Anda bilang mau jadi presiden AS tapi di CV tertulis 10 tahun menjadi model pakaian dalam, orang-orang akan menganggapmu bercanda.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah mereka memoles semua foto-fotonya?

Ya, mereka banyak memoles hasil fotonya. Tapi itu cuma komponen kecil dari apa yang mereka lakukan. Foto ini adalah foto pertama saya dan juga kali pertama saya mengenakan bikini. Di sini saya bahkan belum mendapatkan menstruasi. Agak pribadi memang. Saya masih sangat muda. Ini foto saya bersama nenek saya beberapa bulan sebelumnya (Gambar 3). Ini saya di hari yang sama (Gambar 4). Ini saya di pesta piyama beberapa hari sebelum saya ikut sesi pemotretan Vogue (Gambar 5). Ini saya di tim sepakbola dan di V magazine (Gambar 6). Dan ini saya sekarang (Gambar 7). Sewaktu kalian melihat foto-foto ini, kalian bukan melihat saya. Itu adalah konstruksi. Foto yang dikontruksi oleh sekelompok profesional. Oleh penata rambut, penata rias, fotografer, penata gaya beserta seluruh jajarannya. Juga pra produksi dan pasca produksi, dan mereka membangun semuanya itu. Itu bukan saya.

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

Gambar 7

Pertanyaan lainnya adalah apakah model selalu mendapat barang gratisan?

Ada beberapa, tapi gratisan adalah yang saya peroleh di kehidupan nyata, dan seringkali kamu tidak mau membicarakannya.  Saya besar di Cambridge. Suatu kali saya pergi ke suatu toko dan mereka memberi saya pakaian dengan gratis. Ketika saya remaja saya mengendarai mobil bersama teman saya yang yang juga pengemudi yang buruk. Kami diberhentikan polisi. Yang kami lakukan cuma bilang kami minta maaf Pak, dan kami diizinkan pergi.

Saya mendapat hal-hal gratis ini karena penampilan saya, bukan karena pribadi saya. Ada orang yang membayar biaya akibat orang yang dinilai hanya dari penampilan saja seperti ini. Saya tinggal di New York. Tahun kemarin sekitar 140.000 orang diberhentikan polisi, 83 persen di antara mereka adalah remaja kulit hitam dan Latin. Di New York hanya ada 177.000 remaja kulit hitam dan Latin sehingga pertanyaannya berubah. Bukan apakah saya akan diberhentikan polisi tapi seberapa sering saya akan diberhentikan polisi? Kapan saya akan diberhentikan polisi?

Ketika saya melakukan riset kecil-kecilan untuk ceramah ini saya juga menemukan 53% dari remaja usia 13 tahun di Amerika tidak bahagia dengan tubuh mereka. Angka itu meningkat jadi 78% ketika usia mereka 17 tahun.

Jadi pertanyaan terakhir yang orang tanyakan : Bagaimana rasanya jadi model?

Saya rasa jawaban yang ingin mereka dapatkan adalah kalau kau punya rambut indah dan badan kurus pasti hidupmu begitu bahagia dan menyenangkan. Di belakang panggung jawaban yang biasa kami berikan adalah menyenangkan bisa pergi kemana-mana, bisa bekerja dengan orang-orang kreatif dan inspiratif. Meski hal itu benar, itu cuma separuh jawaban. Yang tidak saya tuturkan ke kamera adalah saya risau. Saya risau karena harus terus memikirkan bagaimana saya terlihat setiap hari. Jadi kalau Anda pernah membayangkan kalau punya paha yang lebih ramping atau rambut yang lebih berkilau akankah saya lebih bahagia, lihatlah para model. Mereka punya punya paha paling ramping dan rambut paling berkilau dan pakaian yang lebih mentereng tapi mereka mungkin perempuan yang paling risau di planet ini.

Ketika saya menulis ceramah ini, sulit untuk membuat pernyataan yang jujur dan berimbang karena di satu sisi saya sangat tidak nyaman seolah berkata lihatlah semua keuntungan yang mereka buat. Yang lebih sulit adalah membongkar opresi gender dan rasial ketika saya justru menjadi pihak yang paling diuntungkan. Tapi saya begitu senang dan terhormat diundang ke tempat ini, sebelum sepuluh atau dua puluh tahun ke depan ketika saya punya lebih banyak agen di karir saya karena saya mungkin tidak akan bercerita bagaimana saya mendapat pekerjaan pertama saya, atau saya tidak akan menceritakan hal ini karena dibiayai kuliah, yang tidak begitu penting lagi sekarang.

Jika ada hal yang bisa dipetik dari ceramah saya adalah saya berharap kalian lebih nyaman dan menyadari kekuatan gambar dalam mempersepsikan kesuksesan dan mempersepsikan kegagalan. Terimakasih”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s